SOSIALISASI KAMPUNG KB DARI BKKBN

06 Desember 2017 Jam 09-12 Wib

Alhamdulillah acara sosialisasi ini (SOSIALISASI KAMPUNG KB) dapat berjalan dengan lancar yang di hadiri oleh ibuk camat dari Kecamatan Masbagik Lombok Timur, dan kepala Puskesmas Lendang Nangka Siti Sulatin bersama beberapa bidan dari Puskesmas Lendang Nangka, dengan beberapa rangkai acara yang di buka oleh salah seorang staf Desa Lendang Nangka Utara atas nama  Khaerun Badrun, SE dan Materi Sosialisai Kampung KB dari BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) oleh kepala UPTD P3AKB Kecamatan Masbagik Lombok Timur Drs. Mahrip. Yang di hadiri oleh ibuk kader dari masing-masing dusun kurang lebih sekitar 35 peserta.

Gambar 1. Pemateri Drs. Mahrip

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembanguan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis

TUJUAN PEMBENTUKAN KAMPUNG KB

TUJUAN UMUM :

  1. Membumikan Total Program KB di kehidupan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing  masing .
  2. Memberikan arah dan pedoman bagi para Penanggungjawab dan Pengelola Program KKB Tingkat Kecamatan dan Desa, dalam melakukan penggerakan di wilayah kerjanya untuk mempercepat pencapaian indikator output program KKB.

TUJUAN KHUSUS :

  1. Meningkatkan advokasi kepada stakeholder
  2. Meningkatkan KIE program KB kepada sasaran dan masyarakat
  3. Meningkatkan mekop di tingkat lini lapangan
  4. Meningkatkan koordinasi, kerjasama dan terintegrasinya program
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat
  6. Meningkatkan segala informasi yang berhubungan dengan KB tepat sasaran dan lebih cepat sampai ke masyarakat, sehingga yang menjadi program pemerintah dapat dengan segera dicapai

SASARAN KAMPUNG KB

a. SASARAN PROGRAM:

  1.  Kependudukan;
  2.  KB dan Kesehatan Reproduksi;
  3.  Pembinaan Ketahanan Keluarga;
  4.  Pemberdayaan Keluarga;
  5.  Advokasi, KIE dan Penggerakan.

b. SASARAN WILAYAH:

  • Kecamatan
  • Desa/Kelurahan
  • RW
  • RT

c. SASARAN KHALAYAK:

  • Pejabat Struktural dan Fungsional SKPDKB Kab/Kota sebagai Tim Fasilitasi Program KKBPK agar menjadi acuan dalam melaksanakan pembinaan dan fasilitasi ke Tingkat Kecamatan, Desa, Dusun/R dan Tingkat RT;
  • Camat, sebagai penangungjawab umum pembangunan di tingkat Kecamatan dan UPTB Kecamatan, UPTD Kecamatan, TP PKK Kecamatan sebagai Pembina teknis Oprasional agar menjadi acuan dalam memberikan dukungan, evaluasi dan pembinaan;
  • PLKB/PKB/TPD dan PKK dipergunakan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas melakukan berbagai kegiatan strategis dalam menggerakkan program KKBPK di wilayah kerjanya;
  • Kepala Desa/Lurah sebagai penanggungjawwab umum pembangunan di tingkat desa/kelurahan agar memberikan dukungan, evaluasi dan pembinaan;
  • IMP (PPKBD, SUBPPKBD, KELOMPOK KB, TOGA dan TOMA) sebagai mitra kerja dalam penggerakan Program KKBPK di Desa/ Kelurahan.

PRASYARAT  WAJIB  DALAM  PEMBENTUKAN KAMPUNG KB

  1. DATA KEPENDUDUKAN YANG DINAMIS DAN AKURAT ( Pendataan keluarga, data potensi desa dan data capil )
  2. PEMERINTAHAN YANG BERDAYA DAN MELAYANI
  3. KEBERSAMAAN MASYARAKAT (gotong royong)

RUANG  LINGKUP

  1. Kampung KB meliputi RW (1 kampung kb = 1 rw)
  2. Disahkan oleh Bupati atau Walikota
  3. Kepengurusan terdiri dari pelindung, penasihat, pembina dan pengurus
  4. Antara kegiatan memiliki kesinambungan dan terus berkembang
  5. Menjalin kemitraan dengan semua instansi baik pemerintah maupun swasta

KRITERIA  PEMILIHAN WILAYAH PEMBENTUKAN KAMPUNG KB

  1. Wilayah Pesisir/Nelayan
  2. Bantaran Kereta Api
  3. Wilayah terpencil/ Perbatasan
  4. Tersedia Kader/ IMP
  5. Tingkat Pendidikan Rendah

INDIKATOR KAMPUNG KB

  • Meningkatnya peserta KB baru (PB)
  • Meningkatnya peserta KB aktif (PA)
  • Meningkatnya kualitas kesertaan ber KB (PA ganti cara ke MKJP)
  • Unmetneed < 10 %
  • Terbinanya Pusmupar dan Pospartum
  • Semua Ibu Hamil, Ibu Menyusui terlayani kesehatan dan KB
  • Semua anak usia 0-6 tahun terlayani program kesehatan dan pendidikan sejak dini (Posyandu & PAUD)
  • Semua keluarga yg punya anak 0-6 tahun terlayani BKB
  • Semua anak (0-18 th) mendapatkan akta kelahiran
  • Semua remaja dapat aktif dalam BKR dan PIK Remaja
  • Meningkatnya partisipasi keluarga pra-s dan ks.i dalam kelompok UPPKS
  • Kelompok usila/lansia terlayani dalam BKL/Posbindu
  • Terbinanya lingkungan/kampung yang ber-PHBS melalui PKLK & KESLING
  • Semua anak usia 7-12 th dan 13-15 tahun bersekolah
  • Tidak ada perempuan yg buta aksara, melalui berbagai kegiatan.

 

TAHAPAN PEMBENTUKAN KAMPUNG KB

TAHAPAN/ PROSES PEMBENTUKAN MODEL KAMPUNG KB SEBAGAI BERIKUT :

  1. Rapat Persiapan;
  2. Workshop Tingkat Kabupaten;
  3. Lokakarya Mini Tingkat Kecamatan;
  4. Lokakarya Mini Tingkat Desa;
  5. Pelatihan Kader;
  6. Pendataan (segmentasi sasaran Intervensi);
  7. Operasional kegiatan Kampung KB;
  8. Pembinaan Kader dan Kelompok Sasaran;
  9. Intervensi Program dan Kunjungan Rumah;
  10. Evaluasi dan Review (Triwulanan, Semesteran dan Tahunan);
  11. Pelaporan;
  12. Penyegaran Kader (Refreshing).

VISUALISASI  KAMPUNG  KB

Terdapat simbol-simbol Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) seperti tugu, umbul-umbul, mural KB di rumah-rumah, plank nama, poster, leaflet, booklet, lembar balik (media KIE).

BENTUK INTERVENSI

Langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum intervensi kegiatan:

  • Analisa data potensi desa/kampung (hasil pendataan keluarga dan data capil);
  • Penetapan sasaran program/kegiatan sesuai dengan hasil analisa data potensi  desa;
  • Meningkatkan komitmen dan kemitraan dengan sektor  lain sesuai dengan prioritaas program

Gambar 2. Ibu Camat Masbagik Bersama Kepala Puskesmas Lendang Nangka

Menjelaskan betapa pentingnya KB saat ini untuk menunda kehamilan dan mengurangi angka kelahiran dengan mengingat dan memperhitungkan jumlah anak yang dimiliki, dengan seberapa besar perkiraan biaya yang di perlukan untuk anak tersebut. demi tercapainya upaya pemerintah tentang perkawinan dibawah umur/pernikahan dini dengan menjelaskan maksimal usia wanita boleh menikah 20 tahun untuk menjaga perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun berpotensi keguguran, anak dan ibu rentan terhadap penyakit, kualitas anak yang dilahirkan rendah, gizi buruk dan putus Sekolah dll.

Selanjutanya Diskusi:

Ada beberapa pertanyaan yang dia jukan ke pemateri kepala UPTD P3AKB Kecamatan Masbagik Lombok Timur Drs. Mahrep dari salah seorang ibu kader dengan pertanyaan:

Apakah dengan di bentknya kampung KB di dusun tersebut yang ikut dilibatakan hanya kader yang ada di mana dusun tempat kampung KB itu dibangun?.

Bagaimana cara atau upaya yang di lukukan oleh orang tua mengingat peraturan pemerintah tentang pernikahan dibawah umur dan apa upaya yang dilakukan oleh orang tua?

Gambar 3. Peserta

 

By: Penyuluh DBT 2017

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan